Restorasi motor Suzuki GP 100


Haiiiiii, this is my first blog!

Gue pengen sharing tentang pengalaman gue restorasi sebuah motor tua yang rada agak sedikit populer pada jamannya, namun langka dan tidak terlalu eksis seperti Honda CB 100. Motor ini adalah Suzuki GP 100! Suzuki GP adalah motor 2 tak yang terdiri dari 2 varian, yaitu Suzuki GP 100 dan Suzuki GP 125. Motor ini cukup sulit direstorasi. Kenapa gue bilang sulit? Karena seperti yang tadi gue bilang, motor ini kurang populer seperti Honda CB, dan motor ini populasinya tergolong langka, karena hampir tidak ditemuin di jalan. Efek dari kelangkaan tersebut adalah, spare part pun jg sulit dicari.


Motor ini adalah motor warisan. Sebelumnya ini adalah motor almarhum om gue yang dapetin motor ini karena menang undian dari Dunkin Donuts di PRJ pada tahun 80an. Motor ini gue temuin 'nangkrak' di bawah pohon dan ujan-ujanan di rumah pakde gue. Gue angkutlah itu motor pake mobil van punya temen gue, dan langsung gue bawa ke bengkel spesialis motor tua dan motor custom di Jl. Raya Bogor, di daerah Kiwi, yaitu bengkel Om Yadi.








Pada awalnya gue pengen ngebangun motor ini jadi kayak aslinya, pengen gue balikin ke orinya. Tapi balik lagi ke permasalahan motor ini, yaitu kelangkaan spare part. Sampai pada akhirnya gue putuskan membangun motor ini menjadi motor Japstyle. Motor nginep di bengkel ini sekitaran 3 bulan. Eksekusi yang dilakukan di bengkel ini antara lain:
- mesin (restorasi total non bore up). Biaya 1 juta.
- shock belakang variasi. Harga 120 ribu.
- shock depan thunder 125. Harga 500 ribu.
- velg depan belakang rossi. Harga 700 ribu.
- ban depan dan belakang swallow sb212. Harga 700 ribu.
- ban dalem swallow depan belakang. Harga 80 ribu.
- master rem depan (thunder 125). Harga 100 ribu.
- knalpot standar
- coil (Suzuki A100). Harga 70 ribu
- cdi (Suzuki Tornado). Harga 70 ribu.
- tangki dikerok catnya dan dilas ulang karena banyak bocor, lalu dipernis pakai pylox clear.
- head lamp variasi. Harga 50 ribu.
- stop lamp variasi. Harga 120 ribu.
- jok custom. Harga 200 ribu.
- stang (awal pakai scorpio, ganti punya tiger, terakhir pakai punya byson). Harga 40 ribu.







Rangka ga ada yang dipotong-potong karena gue masih mau motor ini tetep ori, dan kebetulan rangka belakangnya lurus. Total biaya yang gue keluarin untuk bisa nyalain motor ini sekitaran 5 juta. Rinciannya adalah, 1 juta ongkosnya, kaki-kaki total 2 jutaan. Sisanya adalah biaya untuk mesin dan kelistrikan yang gue juga udah lupa biaya tepatnya. Motor sudah jadi, tapi konsepnya 'Rusty Look'. Bukan karena gue pengen bikin konsep berkarat, tapi karena budget untuk motor telah habiiiisssss.



Lanjut ke beberapa bulan kemudian. Beberapa bulan kemudian gue mencoba untuk nyari bengkel cat full body yang murah. Bengkel-bengkel cat yang gue temuin ngasih harga yang ga cocok ama budget gue. Yang gue temuin ada di angka 1,2 juta sampe 2 juta. Sekalinya ada yang murah, 750 ribu, tapi harus nyopotin sendiri. Dan pada akhirnya gue menemukan sebuah bengkel cat yang bagus namun tergolong murah. Bengkel yang gue temuin ngasih harga 850 ribu. Cat sama rangka boleh beda warna, helm juga dicat sekalian, dan yang penting motornya ga perlu nyopotin sendiri. Warna yang gue pilih adalah silver stone untuk bagian tangki dan biru tua di bagian rangka, menyesuaikan dengan warna di stnk. Setelah 3 hari motor dieksekusi di bengkel cat ini, akhirnya jadilah motor Suzuki GP 100 Japstyle! Bengkel ini lokasinya ada di Jl. Putri Tunggal, Cimanggis, Depok. Posisinya di samping pom bensin.




Seiring dengan adanya perkembangan teknologi, baru-baru ini gue menemukan banyaknya spare part Suzuki GP 100 yang dijual di online shop! Maka dari itu, gue berencana mengubah konsep motor gue dari yang awalnya Rusty Look menjadi Japstyle seutuhnya, lalu sekarang pengen diubah jadi Original Look.

Pengalaman ini semua gue jalanin pada pertengahan 2015 sampe akhir 2015.

Komentar

Posting Komentar